Penyebab dan Gejala Epilepsi Pada Anak

epilepsi pada anak

Kesehatanindonesia.com – Penyakit epilepsi sering kali membuat seseorang begitu khawatir. Terlebih lagi jika terjadi epilepsi pada anak. Memang jarang ditemukan kasus atau masalah kesehatan anak seperti itu. Penyebab epilepsi sendiri bisa terjadi karena kondisi ibu selama kehamilan. Apabila ibu hamil mengalami infeksi, kekurangan nutrisi, atau demam tinggi. Sebagian besar kasus ini memang tidak diketahui dengan jelas apa penyebabnya. Berikut beberapa informasi mengenai penyakit epilepsi yang bisa terjadi pada anak.

  1. Penyebab epilepsi

Ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi faktor pemicu anak mengalami epilepsi. Seperti proses persalinan yang tidak lancar yang bisa membuat otak janin kekurangan zat asam. Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu penyebab epilepsi. Faktor lain yang berpotensi membuat anak terkena epilepsi adalah cedera pada otak. Infeksi dan radang pada selaput otak pun menjadi beberapa penyebab yang mungkin menimbulkan epilepsi.

  1. Gejala epilepsi

Gejala dari penyakit epilepsi yang banyak diketahui adalah kejang dan mulut berbusa. Padahal ada gejala lain yang mungkin merupakan tanda anak terkena epilepsi. Seperti anak yang bengong atau melamun. Jika kondisi tersebut terjadi, cobalah untuk menyadarkan anak. Apabila tetap melamun, mungkin saja itu merupakan gejala epilepsi pada anak. Gejala lain adalah adanya kulit kemerahan di sebagian kulit wajah. Kulit kemarahan tersebut terjadi karena adanya pembuluh darah yang melebar. Anak yang terkena epilepsi juga bisa ditandai dengan gejala kedutan atau gemetar. Dimulai dari satu jari yang kedutan terus menerus hingga terjadi ke bagian tubuh lain, bahkan ke seluruh tubuh.

  1. Mengatasi epilepsi

Penting untuk diketahui bahwa epilepsi bukan sebuah penyakit menular. Epilepsi dapat ditangani dengan bantuan dokter atau tim medis. Untuk penanganan pertama, saat anak mengalami gejala epilepsi dapat dilakukan dengan memberi ruang lebih banyak untuk bernapas. Jauhkan anak dari benda keras agar tidak terjadi benturan yang membahayakan. Apabila kondisi kejang tidak kunjung berhenti, segera bawa anak ke pusat kesehatan. Biasanya untuk mengobati epilepsi pada anak, dokter memberikan obat anti epilepsi. Untuk perawatan lanjutan, anak bisa dirawat inap atau rawat jalan dengan tetap diawasi dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *